Faperta IPB

AWS

Petani Kulon Progo dan Gunungkidul Memanfaatkan Teknologi AWS untuk Tingkatkan Ketahanan Pertanian

NEWS

Petani Kulon Progo dan Gunungkidul Memanfaatkan Teknologi AWS untuk Tingkatkan Ketahanan Pertanian

Dalam rangka memperkuat penerapan teknologi cuaca berbasis komunitas, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (FAPERTA IPB) melalui program Automatic Weather Station (AWS) Komunitas melakukan kunjungan yang dipimpin oleh salah satu inovator program, Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr., sebagai bentuk evaluasi dan pendampingan berkelanjutan.

Program AWS Komunitas merupakan inisiatif strategis FAPERTA IPB dalam mengembangkan pertanian presisi berbasis data iklim mikro, yang kini telah menjangkau lebih dari 80 titik di berbagai wilayah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Titik-titik ini berada di tengah komunitas petani yang tergabung dalam jaringan kerjasama FAPERTA IPB, termasuk dua lokasi aktif yaitu lahan milik Pak Gito di Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, serta lahan milik Ibu Suparjiyem di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua lokasi ini menjadi contoh nyata pemanfaatan AWS dalam mendukung keputusan budidaya berbasis kondisi iklim mikro secara real-time, yang sangat penting terutama di wilayah dengan tantangan cuaca ekstrem atau pola musim yang tidak menentu.

Dalam kunjungannya, Prof. Suryo menyampaikan bahwa keberadaan AWS Komunitas sangat penting untuk membangun ketangguhan petani terhadap perubahan iklim. “Petani bisa mengatur, baik memajukan maupun menunda pemupukan dan panen, berdasarkan data iklim mikro yang akurat dan real-time” ujarnya.

Para petani yang menjadi bagian dari jaringan ini menyatakan bahwa kehadiran AWS telah mengubah cara mereka dalam merencanakan aktivitas pertanian, terutama terkait penentuan waktu tanam, penyemprotan pestisida, dan pengelolaan air. Di Gunungkidul yang dikenal memiliki tantangan kekeringan, teknologi ini membantu petani dalam memprediksi curah hujan dan mengelola irigasi.