Panen Intensifikasi di Daerah Sub Sentra Produksi Padi: Teknologi Varietas IPB 9G dan Pengelolaan Kesehatan Tanah – Tanaman
Panen Intensifikasi di Daerah Sub Sentra Produksi Padi: Teknologi Varietas IPB 9G dan Pengelolaan Kesehatan Tanah – Tanaman
Di Indonesia pertanaman padi tersebar di daerah sentra dan sub sentra produksi padi. Selama ini, Upaya intensifikasi selama ini lebih terfokus kepada daerah sentra produksi yang mana produktivitas sudah tinggi dan sulit ditingkatkan seperti di pantai utara Jawa Barat. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas pada daerah sub sentra lebih mudah dilakukan dengan energi yang lebih rendah (low energy). Estimasi daerah sub sentra meliputi 60% luas pertanaman padi di Indonesia. Bogor merupakan contoh dari daerah sub sentra produksi padi.
Teknologi yang digunakan adalah penggunaan Padi Varietas IPB 9G, dikombinasi dengan pengelolaan kesehatan tanah dan tanaman. Pengelolaan kesehatan tanah dan tanaman dilakukan dengan aplikasi bahan organik, optimasi pemupukan anorganik, minimalisasi penggunaan pestisida, dan bioimunisasi dengan mikroba PGPR dan endofit.
Penanaman padi gogo dilakukan seluas 0,75 Ha untuk menjawab permasalahan luasnya lahan kering di daerah tersebut (100 Ha di Desa Cibitung Wetan), dan kekurangan air. Penanaman padi sawah dilakukan pada lahan seluas 10 Ha di Desa Cibitung Wetan dan desa sekitarnya. Kegiatan ini melibatkan 23 orang petani, 5 alumni baru Fakultas Pertanian IPB. Intensifikasi ini telah meningkatkan produktivitas dari 3,5 ton GKP/ha menjadi 5,0 ton GKP/ha (meningkat 42,8%).
Kegiatan panen dilakukan pada Minggu, 13 April 2025 di Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dekan Fakultas Pertanian IPB, Ketua Senat Fakultas Pertanian IPB, Ketua Departemen dan Sekretaris Departemen beserta Dosen di lingkungan Fakultas Pertanian IPB, Camat Kecamatan Pamijahan, Kepala Desa Cibitung Wetan, dan para petani.
Rektor IPB Prof. Arif Satria dalam panen tersebut menyatakan, ”Kegiatan ini merupakan upaya nyata dari IPB untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertanian di Bogor melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan”. Selanjutnya Dekan Fakultas Pertanian IPB Prof. Suryo Wiyono menyatakan bahwa ”teknologi yang dihasilkan oleh Fakultas Pertanian IPB seperti Varietas IPB 9G dan paket pengelolaan kesehatan tanah – tanaman merupakan teknologi yang teruji di lapangan dan bisa diterapkan dalam skala nasional”.
”Penanaman padi dengan memperhatikan pengelolaan kesehatan tanah dan tanaman ini terbukti meningkatkan hasil panen dan diharapkan kegiatan ini dapat memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di desa kami” Ujar Kepala Desa Cibitung Wetan, Kamaludin.
