Faperta IPB

Cipanas2

Departemen ARL Faperta Siap Mempercantik Lanskap Istana Presiden Cipanas

NEWS

Departemen ARL Faperta Siap Mempercantik Lanskap Istana Presiden Cipanas

[boc_heading color=”#333333″]Departemen ARL Faperta Siap Mempercantik Lanskap Istana Presiden Cipanas[/boc_heading]

Menindaklanjuti MoU antara Kepala Istana Presiden Cipanas dan IPB, tanggal 31 Juli 2019 pihak Istana Presiden Cipanas dan Fakultas Pertanian yang diwakili Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Suwardi, Wakil Dekan, Direktur Kerjasama, dan para dosen di Departemen Arsitektur Lanskap membahas detil kegiatan yang segera akan dilakukan untuk mempercantik taman di Istana Presiden Cipanas. Sebelum diskusi dimulai, Kepala Sekretariat Istana Presiden Jakarta menjelaskan bahwa Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede Jawa Barat pada ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut merupakan istana terluas di Indonesia mencapai 26 hektar. Selaian bangunan istana, terdapat padang rumput, kolam, hutan lindung, kandang binatang, dan pertamanan. Istana ini juga merupakan satu-satunya istana di Indonesia yang memiliki hutan lindung di dalam kompleknya, sebagai hutan penyangga lingkungan.

Istana ini dibangun pada tahun 1742 ketika Gubernur Jenderal Belanda yang bernama Gustaaf William Baron Van Imhoff karena tertarik sumber air panas yang keluar tanpa henti dari dalam tanah. Bagunan utama berupa Gedung Induk dan terdapat pula beberapa bangunan lainnya sebagai pendukung. Terdapat 8 bangunan berupa paviliun,yang dibangun secara bertahap pada tahun 1916,Gedung Bentol di bangun pada 1954,Gedung musium, gedung perkantoran dan permandian air panas dan tempat memancing dan fasilitas lainnya selebihnya merupakan padang rumput, taman tanaman hias, rumah bunga,taman herbal yang memiliki 433 jenis tanaman obat. Tanaman keras yang ditata sebagai hutan kecil, terdapat koleksi tanaman sebanyak 1334 spesimen. Istana Cipanas memiliki museum berisi koleksi lukisan  dan patung. Istana dibuka untuk umum dengan surat permohonan terlebih dahulu untuk berkunjung.

Pada tanggal 13 Desember 1965, istana ini mencatat peristiwa sejarah dalam perekonomian Indonesia, ketika Ruang Rapat Gedung Induk menjadi saksi Presiden Soekarno memimpin sidang kabinet bersama para menteri dan ekonom kenamaan untuk menetapkan perubahan nilai mata uang dari Rp1.000,- ke Rp1,- yang dikenal dengan istilah ‘Sanering’ atau redenominasi.

Dalam diskusi disampaikan bahwa dalam membuat taman akan dimulai dari pembuatan masterplan, diikuti dengan site plan, detail desain, dan baru pembangunan taman. Pembuatan masterplan akan didahului dengan pengambila foto melalui drone yang dapat diselesaikan dalam 2 jam terbang. Dalam pembuatan masterplan, site plan, dan detail desain akan melibatkan para pakar lanskap dari beberapa divisi di Departemen ARL dan juga melibatkan mahasiswa. Di akhir diskusi disepakati untuk membuat masterplan dan membuat detil desain untuk taman di sekitar Gedung Induk dan Telaga Kahuripan.  Dengan kerjasama ini diharapkan dalam waktu dekat taman di sekitar Gedung Induk dan telaga Kahuripan akan lebih cantik sehingga Presiden, para tamu, dan pengunjung yang datang ke Istana Presiden Cipanas akan lebih krasan menikmati indah dan sejuknya Istana Cipanas.