All for Joomla All for Webmasters

Resmikan Green House Modern, Rektor: Learning Center IPB University Harus Punya 5 Fungsi Ini

Rektor IPB University, Prof Arif Satria meresmikan greenhouse modern di Sadifa Farm, Kampus Dramaga, 31/7. Pendirian greenhouse ini hasil kerjasama antara Fakultas Pertanian IPB University dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) RI.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Dr Sugiyanta mengatakan greenhouse berkapasitas 8.000 lubang untuk hidroponik ini akan difungsikan untuk kegiatan penelitian, praktikum mahasiswa dan magang. Ia percaya bahwa kehadiran greenhouse ini mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi pertanian terkait.

“Fungsi utama kita bukan profit dalam arti cash, tetapi intangible profit. Nanti digunakan banyak mahasiswa dan dosen sehingga kita bisa menemukan inovasi dalam hidroponik ini. Misalnya bagaimana mengefisienkan penggunaan hara yang tepat, jadi presicion untuk best practice bisa memanfaatkan itu,” ujar Dr Sugiyanta.

Ia melanjutkan, Sadifa Farm akan dijadikan sebagai home garden learning centre. Sehingga semua aktivitas pekarangan, termasuk penelitian, pelatihan magang dan sebagainya akan dilakukan di kebun ini. Segala aktivitas tersebut, sebut Dr Sugiyanta, juga diarahkan untuk mempercepat penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Terima kasih kepada Kepala BKP Kementan dan seluruh jajaran yang telah memberikan bantuan greenhouse ini. Mudah-mudahan sarana pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kita semakin lengkap,” kata dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura ini.

Selain Sadifa Farm, Prof Arif Satria menyebut IPB University juga memiliki beberapa learning centre lainnya. Di antaranya Agribusiness and Technology Park (ATP), Sabisa Farm, Kebun Percobaan Pasir Sarongge, Kebun Percobaan Sukamantri dan IPB Innovation Valley. Nama terakhir merupakan kebun pendidikan yang akan menjadi pusat inovasi IPB University yang disupport oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kawasan seluas sekitar 250 hektar.

“Kita ingin menunjukkan bahwa aset IPB University ada manfaat. Karena setiap teaching farm harus punya lima fungsi. Lima fungsi itu adalah pendidikan, penelitian, learning centre petani, tempat bisnis dan wisata. Adanya greenhouse ini akan memberikan sustainable benefit. Manfaat yang dimensinya lebih luas dan jangka panjang,” terang Prof Arif.

Sementara itu, Kepala BKP Kementan, Dr  Agung Hendriadi mengatakan, greenhouse ini sudah selayaknya bisa dimanfaatkan bersama. Baik IPB University maupun BKP Kementan bisa bekerja sama untuk menghiasinya dengan aktivitas penelitian dan inovasi.

“Ini baru rumahnya saja, isinya belum. Mari kita masukkan sama-sama inovasi pertanian 4.0 ke sini. Kerjasama ini akan panjang. Kita manfaatkan bersama rumah yang sudah kita bangun. Setelah ini kita rancang eskalasinya seperti apa,” sebut Dr Agung.

Ia kembali menegaskan, bahwa hadirnya greenhouse ini yang utama adalah inovasi. Sebagaimana yang disampaikan Dr Sugiyanta sebelumnya. Greenhouse ini adalah sarana untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi pertanian ke depan.
“Profit bukan satu-satu nya, tapi inovasi itu yang pertama. Kemudian pembelajaran baik untuk civitas IPB University maupun untuk kami agar bisa ikut belajar. Saya yakin pertanian greenhouse adalah masa depan pertanian kita. Saya yakin, bersama Fakultas Pertanian IPB University itu semua bisa terwujud,” pungkasnya.

 

Serah terima Greenhouse dari Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan
Dr Agung Hendriadi kepada Dekan Faperta Dr Sugiyanta disaksikan oleh Rektor IPB

Leave A Comment

Translate »