All for Joomla All for Webmasters

Merintis Pertanian Masa depan, Ikatan Alumni Faperta IPB Gelar Webinari Sesi kedua

IKA Faperta (Ikatan Keluarga Alumni Faperta) IPB berkolaborasi dengan BEM Faperta IPB menggelar acara webinar sesi 2 bertajuk “Merintis Penerapan Smart Farming untuk Wirausaha Muda Pertanian” pada sabtu (17/04). Webinar dilaksanakan melalui video conference zoom, live streaming youtube DKHA (Direktorat Kerjasama dan Hubungan Alumni) IPB, dan direlay di Radio Distorsi Jiwa. Webinar kali ini mendatangkan narasumber hebat yang sudah berpengalaman dalam bidang smart farming yaitu Prof. Dr. Ir. Y. Aris Purwanto, M.Sc yang merupakan salah satu profesor di IPB, Dr. Anto Tri Sugiarto, M.Eng yang merupakan salah satu peniliti LIPI, dan Ir. H. Nursyamsu Mahyuddin, M.Si yang merupakan founder dari Nudira. Acara dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta yang datang dari berbagai kalangan, baik dosen, mahasiswa, instansi, serta masyarakat umum.

Sambutan yang pertama sekaligus sebagai pembuka webinar disampaikan oleh Ir. Ujang Suparman yang menjabat sebagai Ketua I IKA Faperta IPB. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan dari rangkaian kegiatan webinar yaitu untuk memperkaya dan menerapkan ilmu yang didapat dari IPB menjadi skala komersil. Materi Smart farming ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa dan alumni yang berminat berwirausaha dibidang pertanian. Semakin banyak pembinaan dari IKA Faperta dapat menciptakan wirausaha-wirausaha muda di masa yang akan datang. Sambutan kedua disampaikan oleh Dr. Sugiyanta, M.Si. yang sedang menjabat sebagai Dekan Faperta IPB. Beliau menyampaikan bahwa peserta yang menghadiri webinar dapat menambah wawasan. Smart farming adalah sebuah keniscayaan di masa depan dan menjadi perubahan yang sangat besar dan penting di dunia pertanian. Smart farming dapat mengatasi kesinambungan antara petani yang sudah lanjut usia dengan petani milenial. Berdasarkan data statistik, petani muda itu hanya sekitar 1%. Jumlah petani akan berkurang dan lahan akan tetap atau berkurang juga, maka dari itu pengoperasian smart farming merupakan suatu keniscayaan. Dalam smart farming diperlukan internet of things sehingga pengoperasian pertanian berbasis internet, mesin, dan robotik. Kedepannya, perspektif masyarakat mengenai pertanian dapat berubah sehingga dapat mendorong generasi muda untuk masuk dalam bidang pertanian yang mana tidak lekang oleh waktu dan berkelanjutan.

Sesi selanjutnya adalah sesi materi. Pemateri pertama merupakan salah satu profesor di IPB yakni Dr. Ir. Y. Aris Purwanto, M.Sc. Pada saat pemaparannya beliau menyampaikan tentang smart farming yang merupakan pertanian masa depan. Smart farming adalah konsep manajemen pertanian yang menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian. Menggunakan teknologi pemindaian tanah, manajemen data, akses GPS, serta teknologi internet of things. Smart farming meliputi identifikasi lahan, cuaca/iklim, identifikasi tanaman di setiap lokasi, kondisi tanah, pupuk benih, pestisida, panen, kerusakan hasil panen, jumlah produk, distribusi dan pemasaran. Kunci utama smart farming adalah data yang terukur berdasarkan sensor yang ada di lahan dan yang mengcover lahan pertanian. Smart farming diperlukan di Indonesia karena hampir seluruh petani di Indonesia berusia cukup tua, di atas 40 tahun, artinya banyak anak muda berusia produktif khususnya di desa yang tak mau bekerja sebagai petani. Tidak hanya itu, alasan lainnya seperti efisiensi sumber daya manusia dengan memanfaatkan mesin pertanian dan teknologi, efisiensi sumberdaya alam khususnya tanah, air dan kelestarian alam, serta menarik minat generasi muda terjun di bidang pertanian. Smart farming project meliputi: Greenhouse controlling system based on IoT, Household-scale mini indoor farming system, Application of finebubble in agriculture, Smart assisting robot (alat penyemai benih), dan Precipalm (aplikasi pengukuran nutrisi dan rekomendasi pupuk untuk kelapa sawit), serta Portable NIR spectroscopy untuk deteksi kualitas produk.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Anto Tri Sugiarto M.Eng, yang merupakan salah satu peneliti di LIPI. Beliau menyampaikan tentang Integrated Smart Farming yang ada pada Laboraorium Alam di Desa Pramalayan, Bayongbong, Garut. Integrated Smart Farming merupakan sistem integrasi pertanian, perikanan, dan peternakan yang berbasis teknologi. Sistem ini telah diterapkan beberapa tahun pada area Laboratorium Alam dengan kebun strawberry dan jeruk, kolam ikan nila, serta peternakan ayam dan sapi. Kotoran dari kandang sapi dimanfaatkan sebagai pupuk untuk kebun jeruk dan biogasnya digunakan untuk pemanas pada kandang ayam, sedangkan kotoran dari peternakan ayam digunakan sebagai pupuk untuk kebun strawberry. Penerapan teknologi pada Laboratorium Alam antara lain dengan penggunaan PLT Hybrid, smart greenhouse, dan nanobubble. PLT Hybrid adalah gabungan dari PLT Surya dan PLT Angin. PLT Hybrid yang terdiri atas 10 panel surya dan 1 turbin angin ini dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa pada sistem Drip Irrigation pada Kebun Strawberry. Sementara itu, Smart Greenhouse yang juga ditanami tanaman strawberry menerapkan sistem PLTS, Automation, dan IoT sehingga monitoring dan kontrol suhu, kelembaban, sirkulasi udara, dan sistem Drip Irrigation melalui aplikasi Android. Sistem NBWG atau nanobubble water generator dimanfaatkan pada peternakan dan perikanan. NBWG merupakan mesin penghasil air yang mengandung gas oksigen terlarut. Air ini bermanfaat untuk sterilisasi kandang ayam dan air minum yang dapat mempercepat pertumbuhan ayam. Air ini juga dapat dimanfaatkan pada budidaya nila dan pengawetan cabai.

Materi ketiga disampaika oleh Ir. H. Nursyamsu Mahyuddin, M.Si yang merupakan founder dari Nudira. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa masalah pada bidang pertanian, diantaranya adalah pertumbuhan peduduk yang terus meningkat dan minimnya teknologi. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, diperlukan penerapan dari smart farming. Smart farming dapat dilaksanakan dengan menerapkan smart green house dan PFAL (Plant Factory with Artificial Lighting) sebagai media budidaya, dimana prododuksinya dapat direncanakan, cocok bagi wirausaha muda, dan dapat dilakukan di lahan yang sempit dan terbatas. Investasi yang telah diterapkan dalam smart farming akan memberikan manfaat berupa tanaman yang dihasilakan bersih, produktivitas tinggi dengan waktu penanaman yang pendek, segar dan tanpa pestisida, efisiensi dalam penggunaan pupuk, air, dan tenaga kerja, serta dapat menjadi ide bisnis karena harga jual terbilang tinggi dan pemasarannya akan terus berkembang. Bisnis yang dijalankan Ir. Nursyamsu pada PT Nudira Sumber Daya Indonesia menerapkan berbagai inovasi teknologi modern dalam penanamannya. Beliau menggunakan teknik green house hydroponic dengan dilengapi teknologi serba komputer untuk mengontrol aktivitas pertaniannya. Beliau juga menggunakan benih impor yang minim pestisida dengan pemberian nutrisi yang diracik sendiri. Dari penerapan smart farming tersebut menghasilkan produk dengan mutu yang terkontrol dan produktifitas yang tinggi.  Produk pertanian yang dihasilkan dari bisnis Nudira Fresh diantaranya adalah tomat cherry, melon, kyuri, dan strawberry. Hasil pertanian dipasarkan di area Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Bali, beliau juga sudah memulai ekspansi pemasaran dengan mengekspor hasil petaniannya ke Singapura, Australia, dan Timteng. Dari hasil pertanian tersebut, beliau bisa mendapatkan profit yang cukup besar. Kontributor : Risa BEM Faperta

Leave A Comment

Translate »