Green Kampus IPB: Sosialisasi Pengolahan Sampah 3R dan Konservasi Air di Fakultas Pertanian

Tim Green Kampus IPB melakukanan kegiatan roadshow Sosialisasi Pengolahan Sampah di unit Kerja Fakultas Pertanian IPB, Jumat (13/3) di Ruang Sidang Faperta. Acara tersebut dihadiri sejumlah Pimpinan Fakultas, Ketua Departemen, Kepala Tata usaha, dan sejumlah Mahasiswa yang mewakili BEM dan HIMPRO serta petugas Kebersihan Fakultas Pertanian.

IPB University telah berpartisipasi dalam penilaian UI Green Metric World University Rankings (UIGMWUR) sejak tahun 2010. Pada tahun 2018 dan 2019, IPB menempati ranking 40 dunia. Di Indonesia IPB University menduduki ranking ke-2 setelah Universitas Indonesia. UIGMWUR merupakan pengakuan dunia terhadap praktek-praktek keberlanjutan di perguruan tinggi, yang sejalan dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs). Di IPB University, konsep keberlanjutan direalisasikan dalam program green campus yang sudah dijalankan sejak tahun 2015.

Sebagai komitmen bersama dalam mendukung Program Green Campus di IPB, Dr Ir Aceng Hidayat, M.T selaku Ketua Tim Implementasi Green Campus IPB University mengatakan  program Pengolahan sampah merupakan salah satu tujuan perubahan untuk membangun kesadaran dan tindakan kolektif sesuai dengan SK Rektor No. 205/IT3/LK/2015 tentang pelaksanaan gerakan Green Campus di Lingkungan IPB. “Mengacu salah satu tujuh kriteria Green Campus IPB yakni manajemen limbah dengan fokus pada tantang terberat yaitu sampah.” Ungkapnya.

Edukasi membangun kesadaran bahwa, sampah bagian dari kehidupan kita dan mengelola sampah merupakan kewajiban kita. Disamping pengelohan sampah, ada nilai ekonomi dari sampah yang kita hasilka dan juga sesuai dengan pendekatan 3R : Realisasi Circular Economy.

Selanjutnya menurut Dr Ir Ahmad Junaedi, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Sumberdaya Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Pertanian mengatakan bahwa mendukung pelaksanaan gerakan Green Campus di Fakultas Pertanian seperti pemilahan sampah sudah berjalan di Faperta seperti program bank sampah atau seperti yang dilakukan mahasiswa BEM kami dengan kegiatan Faperta Tumpah,  mengajak seluruh civitas IPB untuk peduli terhadap sampah plastik, yaitu dengan menukarkan sampah dua buah botol plastik air mineral ukuran 600 ml dan satu buah botol ukuran 1500 ml dengan berbagai hadiah menarik yang telah disediakan.

Disamping itu, Bambang Kuntadi, S.P., M.M. dan Tim Teknis Green Campus IPB University menjelaskan konsep 3R yang akan diterapkan yaitu Reduce, Reuse dan Recycle mereduce timbulan sampah dengan membawa tumbler, tempat makan (paperless). Reuse : Pemanfaatan kembali sampah dengan contoh menggunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis dan membawa tas belanja dari kain daripada plastik. Recycle : Pengolahan sampah menjadi produk lain. Contoh, biogas, pupuk cair dan pupuk padat.

Keyword : #greencampus #UIGMWUR#Pengolahansampah

 

 

Faperta IPB University Kembali Perkuat Kerjasama dengan Kabupaten Bulungan

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Dr Ir Suwardi MAgr kembali menandatangani kerjasama dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur pada Kamis (27/2) di Ruang Sidang Faperta, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Tahun sebelumnya, Faperta IPB University dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah menyepakati beberapa kerjasama diantaranya pembangunan pertanian di daerah tersebut.

“Kerjasama ini merupakan perpanjangan kerjasama tahun sebelumnya supaya program-program tahun lalu bisa dilanjutkan tahun ini,” ungkap Dr Suwardi.  Ia pun berharap, Pemkab Bulungan dapat segera mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk belajar di IPB University melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Dengan demikian, para mahasiswa tersebut dapat membantu mempercepat pembangunan di Kabupaten Bulungan.

 

 

 

Terkait dengan kampus merdeka, ia mengungkapkan, mahasiswa yang kuliah di IPB University dapat bekerjasama dengan pemda, perusahaan, maupun industri untuk melakukan kegiatan di masyarakat selama dua semester atau satu tahun.

“Saya kira Fakultas Pertanian IPB University memiliki kompetensi untuk membuat peta kesesuaian lahan per wilayah komoditas, misalkan komoditas kopi, padi, kakao maupun komoditas lainnya. Nah nanti para mahasiswa bisa membantu untuk membuat rancangannya,” ungkap Dr Suwardi.  Dengan memetakan potensi wilayah tersebut, diharapkan Pemkab Bulungan mampu mengembangkan pertanian di daerahnya. Di samping itu, dengan adanya pemetaan tersebut dapat memudahkan para peneliti dalam mengembangkan keilmuwannya.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Sudjati menyampaikan kerjasama ini sesuai dengan visi dan misi Pemkab Bulungan yang berusaha menjadi pusat pangan yang berbasiskan nursery pada tahun 2021.   “Oleh karena itu kami menjalin kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya dengan Faperta IPB University. Mudah-mudahan kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Sudjati.

Ia menerangkan, sampai saat ini Pemkab Bulungan telah berusaha meningkatkan pembangunan pertanian dengan menanam kakao dan kopi sebanyak 1500 hektar. Di samping itu pihaknya juga telah membangun nursery kurang lebih 80 hektar. Pada tahun ini, pihaknya juga akan membuka kawasan rawa sebagai lahan produktif sehingga visi sebagai pusat pangan dapat terwujud.

Beberapa program kerjasama yang akan dilakukan antara Faperta IPB University dengan Pemkab Bulungan pada tahun ini antara lain adalah pengujian budidaya cabai, padi dan bawang merah, pendampingan pendaftaran varietas lokal Padi  Ikan, kajian klaster pangan dan hortikultura serta pendampingan benchmarking klaster pangan. (RA)

Keyword: Faperta IPB, pertanian, Bulungan, BUD

Fakultas Pertanian IPB University Tandatangani Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Buru, Maluku

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Dr Ir Suwardi, MAgrbersama Bupati Kabupaten Buru, Ramly Umasugi menandatangani kerjasama pembangunan botanical garden di Kabupaten Buru, Maluku, Rabu (19/2) di Ruang Sidang Faperta IPB University. Botanical garden atau dalam bahasa daerah setempat disebut bumi lalen garden akan dibangun sebagai tempat wisata unggulan Kabupaten Buru.

Dekan Faperta IPB, Dr Suwardi menyambut baik kerjasama dengan Pemkab Buru tersebut. Ia menyampaikan pihaknya akan mendukung penuh terhadap upaya Pemkab Buru dalam pembangunan bumi lalen garden dan pembangunan pertanian di kabupaten tersebut.

“Untuk pembangunan pertanian, IPB University memiliki inovasi benih padi IPB 3S yang memiliki produktivitas mencapai 12 ton per hektar. Pemkab bisa memanfaatkan inovasi ini sehingga pertanian di daerahnya bisa lebih baik,” ungkap Dr Suwardi.

Ia juga menyebutkan, selain inovasi benih padi IPB 3S, IPB University juga memiliki inovasi pepaya Calina.

Adapun rencana pembangunan bumi lalen garden, Dr Suwardi mengaku sangat tepat telah menggandeng Faperta IPB University. Hal ini karena Faperta IPB University memiliki Departemen Arsitektut Lanskap yang memang berfokus dalam tata rencana kota hijau.

Ketua Departemen Arsitektur Lanskap Faperta IPB University, Dr Akhmad Arifin Hadi, SP MA menjelaskan bumi lalen garden berpotensi menjadi area Ruang Terbuka Hijau (RTH) di daerah tersebut. “Dengan konsep botanical garden ini, Kabupaten Buru bisa menyisihkan 30 persen kawasan lahannya untuk RTH sebagaimana peraturan yang mensyaratkan adanya RTH di setiap daerah minimal 30 persen,” paparnya.

Keberadaan bumi lalen garden, lanjut Dr Akhmad Arifin, dapat berfungsi sebagai kawasan pariwisata, konservasi ex situ flora dan fauna, pendidikan, penelitian dan sebagai jasa lingkungan.

Sementara itu, Bupati Buru, Ramly Umasugi menyampaikan ada dua potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Buru. Potensi tersebut adalah pertanian dan pariwisata.

“Dahulu, masyarakat Buru mendapat suplai beras dari Makassar. Sekarang pemerintah pusat menantang supaya masyarakat tidak lagi bergantung terhadap beras dari Makassar. Oleh karena itu, kami perlu mengandeng IPB University untuk mengembangkan pertanian di tempat kami,” ungkapnya.

Ramly juga menyebutkan upaya pembangunan bumi lalen garden bertujuan menjadikan Kabupaten Buru menjadi wilayah yang memiliki tempat pariwisata unggulan. Pihaknya mengakui, terdapat banyak tanaman endemik sehingga berpotensi dijadikan sebagai tempat destinasi wisata. (RA)

Keyword: pertanian, bumi lalen garden, Faperta IPB, konservasi