Mempercantik Taman Fakultas Pertanian

Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian kini tengah melaksanakan kegiatan penataan ulang taman welcome rea kampus Faperta. Kegiatan pekerjaan penataan ulang taman welcome area Faperta bertujuan untuk memperindah taman dengan cara menyatukan dan mengelompokkan tanaman berdasarkan jenis dan tinggi tanaman tersebut.

Sejak tahun 1999 hingga saat ini Faperta memiliki outdoor space yang dahulu dirasakan kurangnya naungan pepohonan, dan sampai saat ini tumbuh mencapai ukuran dewasa,  banyak tanaman semak dan ground cover dibawah naungan pohon besar menjadi tidak tumbuh secara optimal karena kurangnya sinar matahari. Oleh karena itu kegiatan ini dilakukan pemangkasan pohon dan ranting serta dahan kering dari pepohonan besar, sehingga space taman di welcome area Faperta menjadi lebih luas.

Dr. Akhmad Arifin Hadi selaku dosen program studi perencanaan dan desain lanskap menambahkan selain untuk memperindah taman, kegiatan ini berupaya untuk meningkatkan kekompakan antar personel staff penunjang dan dosen serta pimpinan Departemen dan Fakultas, “Taman welcome area Fakultas Pertanian sebetulnya sudah cukup indah dan teduh, namun untuk menghilangkan kesan monoton pada tampilan taman, kami berupaya menata kembali taman di kawasan faperta agar tidak membosankan dengan menata kembali elemen-elemen tanamannya,” Ungkapnya.

Dahulu, desain taman dari welcome area faperta menggunakan banyak tanaman border berjajar dari jenis teh-tehan, yang membatasi antara trotoar, konblok atau teras bangunan dengan taman. Berdasarkan panduan desain dari buku Basic Elements of Landscape Architectural Design karangan Norman K Booth 1983 bahwa tanaman yang ditanam berjajar dapat menimbulkan efek screening yang membatasi pandangan visual manusia dari trotoar ke taman.

Oleh sebab itu tanaman border tersebut diganti dengan aneka tanaman baru disusun secara harmonis dengan minim pemangkasan seperti parishota, lili paris, philodendron xellum dan bromelia guna meringankan beban staff yang merawat taman. Tidak seperti  tanaman border yang memerlukan perawatan yang tinggi agar mempertahankan bentuknya. Namun demikian tanaman yang membutuhkan pemangkasan intensif seperti bayam merah dan coleus tetap digunakan untuk memecah kemonotonan bentuk tanaman.

Selain tanaman, area tersebut  juga menggunakan border list batu koral putih untuk mempertegas pola penanaman. Tanaman yang sejenis ditanam berdekatan agar terlihat kompak dan berkelompok. Tanaman yang lebih tinggi diletakkan menjauhi jalan dan yang lebih rendah mendekati jalan sehingga komposisi tanaman terlihat jelas dari jalan.

Beberapa pohon tinggi seperti Ki Hujan dan Kenari, dua batang Pohon Ki Hujan yang berada di ujung welcome area faperta merupakan tanaman yang penting karena memberikan identitas yang kuat dan naungan yang efisien pada welcome area Faperta. Pada awalnya tanaman yang berada di bawah pohon Ki Hujan tersebut tidak ditanam rapat dan terkesan kasar karena menggunakan tanaman semak Sansevieria atau pedang-pedangan dan Diffenbachia atau Blancing.

Kemudian warna tanah masih terlihat di sela-sela tanaman semak tersebut yang mengurangi nilai estetika. Pada bagian tersebut tanaman groundcover lili paris dan parishota ditanam agar bentuk batang pohon Samanea saman dan kenari yang memiliki estetika tersendiri dapat terekspose. Kedua tanaman groundcover itupun toleran dengan naungan sehingga tetap dapat tumbuh optimal dan menguatkan kesan batang pohon.

Lebih lanjut, selain memberikan efek keindahan pada taman Faperta, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan etos kerja bagi staff penunjang yang terlibat, alhasil jerih payah mereka terlihat langsung di lapangan berupa taman yang indah.