Membangun Faperta Yang Berdaya Saing Tinggi

Visi dan Misi Faperta mengarahkan bahwa pada tahun 2030 Faperta harus dapat menjadi lembaga pendidikan dan penelitian bidang pertanian yang bertaraf internasional, menghasilkan IPTEKS dan inovasi serta SDM yang berdaya saing global dan berkontribusi mengatasi berbagai tantangan bidang pertanian

Fakultas Pertanian (Faperta) adalah salah satu fakultas tertua di IPB. Faperta telah banyak menorehkan berbagai prestasi dalam pengembangan SDM berkualitas dan menghasilkan IPTEKS serta banyak menghasilkan inovasi untuk pembangunan nasional. Capaian ini karena Faperta IPB memiliki dosen dengan kualitas terbaik di Indonesia saat ini. Faperta IPB harus menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Seperti diketahui bahwa sektor pertanian Indonesia saat ini menghadapi banyak masalah dan tantangan, baik on farm maupun off farm. Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan globalisasi pada umumnya memerlukan daya saing yang tinggi di berbagai bidang terutama di bidang SDM. Negara yang memiliki daya saing yang rendah akan menghadapi berbagai dampak negatif, baik dalam penguasaan sumberdaya,teknologi, inovasi, meningkatnya impor, termasuk impor tenaga kerja pertanian terdidik.

Dalam era globalisasi ini, pendidikan tinggi pertanian harus bersiap diri, agar dapat turut aktif mengatasi masalah dan tantangan bangsa. Pendidikan tinggi pertanian saat ini masih menghadapi masalah kualitas input yang rendah sebagai akibat dari popularitas bidang pertanian yang terus menurun. Pertanian masih identik dengan kotor, kumuh dan miskin, sehingga generasi muda saat ini kurang tertarik untuk memasuki bidang pertanian.

Statuta mengamanatkan bahwa IPB harus menjadi yang terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global, unggul pada berbagai bidang baik di bidang pendidikan, riset, dan manajemen pendidikan tinggi, sehingga menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Untuk itu IPB harus berbasis riset, mampu mengintegrasikan hasil riset ke dalam pendidikan dan pengajaran dan dapat mengimplementasikan inovasi yang dihasilkan untuk pembangunan bangsa dan negara.

Lulusan IPB harus profesional, memiliki keahlian dan keterampilan yang memadai, selalu berusaha menghasilkan karya yang berkualitas dan berkinerja tinggi, berpegang teguh pada nilai moral, etika dan kejujuran, obyektif, berjiwa kewirausahaan, serta memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Faperta IPB harus selalu meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas input, proses, output dan outcome. Evaluasi kurikulum secara berkala sangat diperlukan untuk penguasaan kompetensi sesuai dengan harapan masyarakat. Faperta juga harus mengimplementasikan sistem penjaminan mutu internal yang handal, dan memberikan kebebasan akademik yang bertanggung jawab kepada dosen.

Visi dan Misi Faperta mengarahkan bahwa pada tahun 2030 Faperta harus dapat menjadi lembaga pendidikan dan penelitian bidang pertanian yang bertaraf internasional, menghasilkan IPTEKS dan inovasi serta SDM yang berdaya saing global dan berkontribusi mengatasi berbagai tantangan bidang pertanian. Output Faperta antara lain lulusan yang unggul, publikasi ilmiah, dan teknologi serta inovasi yang memiliki daya saing tinggi.  Lulusan unggul adalah lulusan yang memiliki kapasitas dan bernilai tinggi, teruji, inovatif dan siap menghadapi berbagai kemungkinan. Hasil riset harus dapat dipublikasikan pada jurnal bertaraf internasional, sedangkan inovasi dan teknologi harus dapat didiseminasikan kepada masyarakat untuk memecahkan berbagai permasalahan pertanian. Faperta IPB berkomitmen melakukan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Daerah tropis yang kaya plasma nutfah dan subur, harus dimanfaatkan secara optimal, bertanggung jawab, bijaksana dan lestari, untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan, serta untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat. Faperta IPB harus dapat mencapai keunggulan akademik, yaitu memiliki kemampuan untuk mencapai kinerja unggul dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu Faperta mengharapkan seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan lembaga memiliki spirit of excellence, yang merupakan sikap dan semangat berbudaya mutu, kreatif, inovatif, berintegritas, kerja keras dan kerja cerdas, bergerak maju bersama sesuai dengan tugas dan fungsinya dan selalu berorientasi pada visi ke depan.

Untuk mencapai visi dan misi tersebut ditetapkan strategi pengembangan Faperta, antara lain Faperta harus dapat meningkatkan kualitas pendidikan untuk meningkatkan daya saing lulusan.  Berbagai program harus dilakukan dalam upaya peningkatan mutu calon mahasiswa, melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum, meningkatkan mutu layanan pendidikan, melakukan penguatan pendidikan karakter dan etika, pembentukan teaching farm dan fasilitas lapangan yang representatif, meningkatkan penguasaan bahasa Inggris, meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan. Memang tidak mudah untuk meningkatkan daya saing lulusan ditengah popularitas bidang pertanian di mata calon mahasiswa baru terus mengalami penurunan.

Faperta juga harus dapat meningkatkan kualitas riset, inovasi, publikasi ilmiah nasional dan internasional.  Untuk itu kualitas sarana dan prasarana riset harus terus ditingkatkan.  Faperta akan terus mendorong peningkatan resource sharing antar unit, dan antar departemen.  Sementara itu payung penelitian dan agenda riset di departemen juga harus dikembangkan, dan pendanaan riset harus terus-menerus ditingkatkan dengan mendorong para dosen untuk membuat proposal penelitian. Agar dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain, Faperta harus meningkatkan kualitas teknisi dan laboran, terutama dalam penguasaan teknik-teknik laboratorium terkini. Beberapa laboratorium terpilih harus dapat diakreditasi dan disertifikasi oleh lembaga yang kredibel agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada sivitas akademika dan masyarakat. Diseminasi inovasi yang dihasilkan terus didorong melalui bekerjasama dengan berbagai pihak, baik dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, industri dan petani, sehingga inovasi Faperta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Melalui program-program tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan jumlah publikasi pada jurnal ilmiah nasional dan internasional.

Faperta juga harus dapat meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dan diseminasi inovasi. Kepakaran Faperta harus diarahkan untuk membantu berbagai program pemerintah, dan mendukung penguatan research-based university di IPB melalui diseminasi inovasi. Kegiatan penyuluhan dan layanan kepakaran harus diperkuat melalui knowledge management system, terutama untuk membantu percepatan pemanfaatan dan implementasi inovasi yang lebih efisien. Faperta juga harus dapat menjawab berbagai masalah dan isu aktual serta terus memperkuat program pengarusutamaan pertanian. Faperta harus dapat membuat program yang memiliki multiplier effect, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat. Upaya tersebut harus dilakukan melalui diseminasi teknologi dan inovasi pada skala ekonomi, mengembangkan daerah mitra Faperta, dan meningkatkan kecepatan respons terhadap isu-isu nasional terkini bidang pertanian. Jejaring kerjasama internasional diperkuat baik di bidang pendidikan, riset, dan kerjasama kepakaran.  Untuk mendukung program internasional, kelas paralel dalam bahasa Inggris akan terus diperbanyak. Demikian pula kerjasama internasional pendidikan baik melalui credit transfer, exchange program, dual degree, summer course terus dikembangkan dan ditingkatkan. Kerjasama dan komunikasi dengan alumni akan terus dikembangkan untuk peningkatan kualitas kegiatan softskill, kegiatan keprofesian dan kewirausahaan mahasiswa serta penggalangan beasiswa.

Peningkatan daya saing juga harus disertai dengan peningkatan kualitas manajemen organisasi melalui program peningkatan keterandalan penjaminan mutu, menegakkan Good University Governance, serta meningkatkan efektivitas organisasi dan tata kelola (akuntabilitas, keteraturan, kebersihan dan keindahan kampus). Faperta juga harus terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan melalui upaya peningkatan perolehan dana untuk kesejahteraan, penguatan sumber pendapatan melalui Satuan Usaha Akademik (SUA) dan Satuan Usaha Penunjang (SUP), serta meningkatkan kenyamanan kerja di kampus.

Pada era globalisasi saat ini, persaingan antar perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri akan semakin ketat. Semua perguruan tinggi berupaya menjadi yang terbaik. Tuntutan masyarakat terhadap kinerja perguruan tinggi akan semakin tinggi. Perguruan tinggi yang tidak dapat memenuhi harapan masyarakat akan ditinggalkan dan dilupakan. Demikian juga dengan Faperta IPB, akan ditinggalkan dan akan tergerus oleh waktu, jika tidak dapat meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tuntutan masyarakat. Berbagai upaya terobosan yang cerdas untuk meningkatkan kualitas harus terus dilakukan. Kualitas input, proses dan output serta outcomenya dalam penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi harus terus ditingkatkan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. There is no bestonly better and  quality  is a journey, not destination.  Semoga Faperta IPB semakin maju dan jaya…

Dr. Ir. Agus Purwito, MSc.Agr                                                                          Dekan Fakultas Pertanian IPB