All for Joomla All for Webmasters

Fakultas Pertanian IPB Melaksanakan Kegiatan Saung Tani Secara Daring

Wabah corona yang tak kunjung usai membuat sebagian besar kegiatan mahasiswa terpaksa dilakukan secara daring, tak terkecuali Saung Tani IPB 2020. Saung Tani merupakan MPF (Masa Pengenalan Fakultas) Pertanian (Faperta) IPB yang digelar secara rutin setiap tahunnya. Acara ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian tingkat dua yang akan memasuki perkuliahan di fakultas mereka setelah satu tahun belajar di Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU).

Sejak pandemi mengharuskan kampus mengentikan berbagai kegiatan tatap muka, panitia Saung Tani IPB segera membuat skenario baru agar acara ini tetap dapat terlaksana. Hal ini mengingat pentingnya mahasiswa tingkat dua untuk mengenal lebih jauh tentang fakultas yang akan menjadi tempat belajarnya selama tiga tahun ke depan. Terlebih lagi, pandemi yang ada membuat mereka tidak dapat bereksplorasi dengan lingkungan fakultas secara langsung.

Dengan segala keterbatasan yang ada, hari pertama Saung Tani 2020 telah terlaksana pada Senin (10/8) lalu melalui salah satu platform video conference dan diikuti oleh lebih dari 400 partisipan, termasuk panitia yang bertugas serta beberapa dosen Faperta. Acara menghadirkan setiap ketua departemen dan dekan untuk memberikan sambutan kemudian dilanjut dengan acara inti, yaitu penyampaian materi dari dua narasumber dari latar belakang yang berbeda. Dr. Ir. Sugiyanta, M. Si., selaku Dekan Fakultas Pertanian IPB membawakan materi Peran Mahasiswa Pertanian dalam Mewujudkan Pertanian 4.0. Materi kedua yang dibawakan oleh Presma KM IPB 2015/2016, Panji Laksono, yaitu mengenai Capacity Building. Kedua sesi dimoderatori oleh Ahsan Wildan, mahasiswa Faperta angkatan 55.

Dekan Faperta IPB memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dan komisi kemahasiswaan Faperta yang telah melaksanakan Saung Tani 2020. Beliau melihat acara Saung Tani tahun ini dilaksanakan dengan semangat dan penuh keseriusan meskipun diadakan secara tidak langsung dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Semoga seluruh mahasiswa angkatan 56 yang menjalani Saung Tani tahun ini dapat mengenal sistem, orang-orang, aktivitas Tridarma, dan fasilitas di Faperta dengan baik,” harapan Dr. Ir. Sugiyanta, M.Si.

Dalam persiapannya, tentu saja ditemukan banyak kendala yang harus dihadapi oleh panitia. Seluruh komunikasi dilakukan dari jarak jauh, termasuk seluruh rangkaian Saung Tani. Penugasan yang diberikan pada peserta pun sebagian besar mengandalkan media sosial.

“Kesulitannya mungkin komunikasi yang tidak optimal, ya. Jadinya ada beberapa salah paham di antara panitia,” ujar Ihsan Fatawa selaku ketua pelaksana.

Selain itu, kurangnya pengalaman dalam membuat acara secara daring juga menjadi kesulitan tersendiri bagi panitia. Meski demikian, Ihsan Fatawa berharap agar ke depannya masa pengenalan fakultas tidak hanya dapat dilakukan secara langsung, tetapi juga bisa mengadaptasi kegiatan yang dilakukan secara daring saat ini.

“Kami berharap ke depannya kegiatan MPF tidak harus selalu offline, tapi juga bisa diselingi dengan kegiatan online untuk mengikuti perkembangan era 4.0 yang serba digital,” ujar Ihsan.

Acara puncak Saung Tani 2020 akan diadakan dua hari lagi, yaitu pada Kamis (13/8) dan Sabtu (15/8). Ketua pelaksana dan seluruh panitia berharap agar acara pada dua hari tersebut dapat terlaksana lebih baik lagi dibanding hari sebelumnya.

Oleh : Yuniar Galuh Nur Fatiha

Leave A Comment

Translate »