All for Joomla All for Webmasters

Pembukaan Lahan Gambut Harusnya Memperhatikan Sumber Air

Dekan Fakultas pertanian ipb University, Suwardi mengingatkan pentingnya memahami kondisi wilayah saat pembukaan lahan gambut. Di dalam pembukaan lahan, wilayah gambut berkubah semestinya tidak dibuka.

“Sebab sebagai sumber saat musim kemarau,” kata Suwardi saat webinar Restorasi Lahan untuk Peningkatan Produktivitas padi dalam Memenuhi Kebutuhan pangan Saat dan Pasca Pandemi Covid-19, Jumat (12/06).

Suwardi mengatakan, proses pembukaan lahan gambut yang salah terjadi saat proyek besar, Mega Rice Project (MRP) di Kalimantan Tengah pada 1996. Akibat tak memperhatikan kubah gambut, lahan mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

Belajar dari kesalahan ini, Suwardi menyarankan lahan gambut tidak seluruhnya dibuka. Dia menyebut, menurut perhitungan tata air, maksimal pembukaan lahan gambut yaitu sepertiga dari lahan.

“Maksimal dua pertiga lahan, sepertiga areal disisakan sebagai cadangan air,” kata dia.

Agar kondisi kerusakan lingkungan saat membuka lahan tak terulang, dia menyarankan daerah hulu untuk dihutankan. Sisanya, daerah bekas area gambut perlu direklamasi dengan pembenahan tanah dan pengelolaan lahan sulfat masam.

Dia menyebut ada beberapa teknologi perbaikan tanah sulfat masam, diantaranya, teknologi pemupukan, pemberian tanah merah, pemberian kapur, pengelolaan air, dan sistem penanaman.

Baca selengkapnya : sriagri.id

Leave A Comment

Translate »