All for Joomla All for Webmasters

SOIL FESTIVAL 2019 : Kelapa Sawit Indonesia Isu keberlanjutan dalam Perspektif Keilmuan

Dalam rangka mewujudkan program kerja wajib tahunan, Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HMIT) IPB mengadakan Soil Festival yang beberapa tahun kebelakang selalu menyajikan isu menarik dan berkembang. Pada kali ini Soil Festival 2019 mengangkat tema “Kelapa Sawit Indonesia: Isu keberlanjutan dalam perspektif keilmuan”. Penetapan tema umum tidak hanya disesuaikan pada isu-isu hangat yang sedang berkembang, namun disesuaikan dengan pengetahuan mahasiswa terhadap isu tersebut. Oleh karena itu, tujuan utama diadakannya Soil Festival ini untuk memberi informasi update dan sebenar-benarnya kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Ilmu Tanah nasional.

Sebagai mahasiswa pertanian, tentu isu yang berkembang pada bidang kelapa sawit tersebut harus diketahui secara komprehensif. Soil Festival dikemas dalam beberapa rangkaian acara, yaitu expo, kompetisi, National General Lecture (NGL), serta malam keakraban. Pada acara Expo, mahasiswa dapat informasi mengenai Soil Festival secara umum. Kemudian pada ajang kompetisi guna meningkatkan pemikiran kreatif yang dimiliki mahasiswa. Kompetisi yang diadakan dalam Soil Festival tahun ini yaitu Soil Judging Contest (Analisis tanah untuk penggunaan lahan yang sesuai berdasarkan karakterisitik tanah di lapang) serta Lomba Cerdas Cermat (LCC).

Selanjutnya NGL, merupakan rangkaian acara andalan dalam Soil Festival 2019 dan dilaksanakan pada Minggu, 20 Oktober 2019 di Auditorium Toyib Hadiwidjaya, Fakultas Pertanian, IPB. Rangkaian ini bertujuan untuk membangun sikap kritis dan memberikan informasi yang mendalam mengenai perkembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan terutama dalam perspektif keilmuan. NGL mengundang pembicara yang kompetitif pada bidangnya untuk membahas dan memberikan informasi terkait isu yang telah ditetapkan. Para pembicara tersebut yaitu Agam Fachturochman selaku Wakil Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tony Liwang selaku anggota Komite Penelitian dan Pengembangan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (Litbang BPDPKS), dan Dr. Basuki Sumawinata selaku Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB.

Agam Fachturochman memaparkan bahwa sawit sebagai pendorong ekonomi Indonesia. Menurutnya keberlanjutan kelapa sawit Indonesia bergantung pada isu deforestrasi, isu lahan gambut, serta eksploitasi. Ia juga memaparkan bahwa industri kelapa sawit Indonesia membutuhkan putra putri terbaik bangsa. Tony Liwang dalam pemaparannya menjelaskan tentang potensi dan tantangan industri kelapa sawit 4.0. “Pengelolaan berkelanjutan di bidang kelapa sawit dimaksudkan untuk meningkatkan produksi dengan biaya yang bersahabat dan ramah lingkungan. Selain itu, riset menjadi penting baik itu di industri hulu maupun hilir kelapa sawit,” terang Tony. Sedangkan Dr. Basuki mengangkat isu terkait kebakaran lahan dan dampaknya terhadap sifat tanah. Beliau memaparkan fakta-fakta terkini tentang isu yang diangkat.

Leave A Comment

Translate »