All for Joomla All for Webmasters

Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Inovasi, IPB – GAPKI Jalin Kerjasama Pusat Studi Sawit

Dalam meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Inovasi khusunya kelapa Sawit, IPB University bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menandatangani kerjasama (MoU) untuk mewujudkan Pusat Studi  Sawit, (10/8). Disaksikan sejumlah pimpinan Fakultas Dekan dan Wakil Dekan, Sektretaris dan beberapa Peneliti.

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang paling penting di Indonesia karena kelapa sawit merupakan salah satu penggerak ekonomi nasional dari sektor pertanian. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah marginal yang luasannya telah mencapai 17 juta ha. Tanaman kelapa sawit sangat produktif dan efisien dibandingkan tanaman penghasil minyak yang lain, karena dapat menghasilkan 25 ton/ha tandan buah segara atau setara minyak CPO 4,5 ton/ha/tahun. Produksi saat ini 46 juta ton CPO dan sebagian besar diekspor.

Banyak issues yang menjadi tantangan dalam pengembangan perkebunan dan industri sawit, baik yang terkait dengan produktivitas lahan, lingkungan, kesehatan dan bahkan terkait dengan hak  asasi manusia, yang dihembuskan oleh pihak asing maupun dari dalam negeri dengan menggunakan data yang tidak jelas sumbernya.

Untuk menangkal berbagai issue negatif perlu kajian ilmiah dengan menggunakan data yang sahih dari hasil penelitian. Pusat Studi Sawit IPB dapat berperan dalam kajian ilmiah untuk mencari solusi berbagai permasalahan terkait peningkatan produksi, perbaikan lingkungan, kesehatan, hak azazi manusia, perdagangan internasional dan issue strategis lainnya.

IPB dalam hal ini, mensupport menghadapi masalah internasional terutaman dalam hal market, isu-isu internal nasional lingkungan, dan teknologi. Sehingga IPB mempunyai kompetensi minimal paling tidak transformasi teknologi-teknologi baik secara visi on farm, sampai pemeliharaan pest manajemen dan kemudian sampai pada tahap akhir prosesing.

Menurut Rektor IPB, Dr. Arif Satria melihat tahapan awal mengenai teknologi semakin lama akan semakin berkembang dengan dinamika yang luar biasa. Termasuk mahasiswa S1 sudah meneliti tentang Sawit, “ Ada salah satu inovasi mahasiswa seperti prototype mobile aplikasi mengukur kematangan buah tandan sawit melalui smartphone sampai pada aplikasi teknis pemanenan dengan menggunakan prototype yang harus dikembangkan, kemudian pembibitan melalui komputerisasi dan manajemen, ini kombinasi research dengan user yang bisa saling menguntungkan.“ Tuturnya.

Harapannya untuk mendapatkan mapping mengenai teknologi pada Pusat Studi Sawit ini  harus segera diaplikasikan di lapangan. Sementara itu Joko Supriyono Ketua GAPKI, mengatakan, dalam hal kerjasama ini IPB bisa menjadi host untuk tempatmya para peneliti. “Jadi segera saja diwujudkan Pusat Studi Sawit,  untuk produsen sawit kita merupakan produsen terbesar, konsumen terbesar jadi IPB merupakan lembaga yang tepat untuk mencari mekanisasi produksi yang bisa dipertanggungjawabkan.”  Tuturnya.

Para pihak yang terkait dengan pengembangan kelapa sawit perlu bersinergi selain untuk menangkal berbagai issue negatif bauk dari luar maupun dari dalam negeri, juga memecahkan permasalahan peningkatan produksi, pemberantasan penyakit genoderma, mengatasi limbah kelapa sawit, pengembangan produk turunan minyak kelapa sawit. “ Kami siap menjadi partner, “Pungkas Joko Supriyono.

Leave A Comment

Translate »