All for Joomla All for Webmasters

Dalam rangka menyebarluaskan arus informasi publik mengenai pemilu yang sebentar lagi akan segera dilaksanakan, Biro komunikasi IPB bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat mengadakan kegiatan diskusi pemilu dengan tema “Urgensi Keterbukaan Informasi Demi Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas, di Auditorium Toyib Hadiwijaya Fakultas Pertanian IPB pada Senin (12/3).

Dalam diskusi tersebut menghadirkan beberapa narasumber antara lain, Gede Narayana Ketua Komisi Informasi Pusat,  Kepala bagian Umum Komisi Informasi Pusat, Nunik Purwanti, Wafa Patria Umma, Komisioner Komisi Informasi Pusat, Biem Triani Benjamin Komisi I DPR RI, Ketua KPU Kota Bogor Samsudin dan selaku moderator, Yatri Indah Kusumastuti Kepala Biro Komunikasi IPB.

Dalam pemaparan singkat diskusi ini dalam keynote speech Gede Narayana mengatakan, “informasi mengenai informasi publik harus tersampaikan terkait mengenai tahapan pemilihan. Dengan membaca referensi informasi, masyarakat harus mengkaji informasi lebih akurat,  apalagi data pemilih tetap didominasi oleh kaum milenial atau bisa disebut pemilih pemula mahasiswa,” Tegasnya.

Sementara itu, Nunik Purwanti mengatakan Undang-undang No 14 tahun 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik mampu mengedukasi bagaimana public mengakses informasi dengan cepat dan tepat karena begitu pesatnya informasi era digital sehingga kita harus memilih informasi yang benar. Disamping itu, Ketua KPU Kota Bogor dalam menyampaikan dialognya, bahwa Kota Bogor menjadi yang pertama peringkat di Indonesia untuk peneyebarluasan informasi tentang pemilihan dan Pemilu. Beliau juga menyampaikan betapa pentingnya mengetahui teknis pada surat suara yang nantinya akan ada lima lembar surat suara yang dicoblos yakni  Presiden dan Wakil Presiden, DPR- RI, DPD, DPR Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten. Selain Itu Ketua KPU juga menghimbau, salah satunya yaitu bahwa daftar pemilih tetap, atau calon pemilih dapat memilih di tempat domisili saat ini, “pemilih tidak usah pulang kampung, pemilih dapat memilih dimana sekarang ia tinggal, asalkan datanya sesuai KTP” tandasnya.

Di sisi lain, Komisi I DPR, mengingatkan kepada KPU agar selalu mensosialisasikan tentang informasi public terkait Pemilu 2019 ini tidak hanya mengandalkan media social saja, tetapi harus dibantu juga secara manual, seperti pemasangan banner dan spanduk. Mengklarifikasi pernyataan Komisi I DPR, Samsudin mengatakan bahwa hal tersebut akan ditambah dengan menampilkan videotron di sejumlah jalan protokol di Kota Bogor. Seiring dengan itu, acara ini diakhiri dengan penandatangan oleh Dr. Arif Satria Rektor Institut Pertanian Bogor  yang secara resmi menyatakan bahwa IPB dalam menyampaikan informasi public sebagai institusi Pendidikan akan memberikan informasi yang akuntabel.

 

Leave A Comment

Translate »