All for Joomla All for Webmasters

Tim IPB 3S Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor melakukan bimbingan teknis kepada 100 petani di Desa G.2 Dwijaya Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Tim IPB 3S yang hadir adalah Prof. Dr. Ir. Memen Surahman, M.Agr dan Ahmad Zamzami, S.P, M.Si. Turut hadir juga Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai pemberi dana program yang sudah 3 tahun belakangan mendukung secara langsung Tim IPB 3S. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi diwakili oleh Rhino Carlo, SE dari Direktorat Inovasi Industri Ditjen Penguatan Inovasi.

Bimbingan teknis dilaksanakan pada Minggu 07 Oktober 2018 tersebut merupakan rangkaian kegiatan penyebarluasan varietas IPB 3S. Bimtek sendiri dilakukan kepada petani yang nantinya akan menerima benih padi varietas IPB 3S bersertifikat yang produksi benihnya sedang dilakukan di Desa Tegal Rejo Kecamatan Tugu Mulyo Musi Rawas Sumatera Selatan. Bimbingan teknis ini dilakukan dengan tujuan petani mengenal varietas IPB 3S dan paham budidaya secara tepat agar produktivitas yang diharapkan dapat tercapai.

Rhino Carlo, SE menyampaikan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sangat mendukung inovasi yang hasilkan oleh perguruan tinggi yang salah satunya varietas padi IPB 3S. Menurutnya penyediaan varietas unggul akan sangat berdampak pada kesejahteraan petani.

Prof. Dr. Ir. Memen Surahman, M.Agr dalam paparannya di depan petani menyatakan bahwa IPB 3S merupakan varietas unggul tipe baru yang dihasilkan Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor, MSc mempunyai karakter dan budidyanya berbeda dengan varietas unggul baru yang selama ini dikenal luas oleh petani. IPB 3S memiliki efisiensi yang tinggi dalam pemanfaatan sumber daya namun produktivitasnya sangat tinggi. Varietas IPB 3S sudah dilepas oleh Menteri Pertanian sejak 2012 lalu, namun untuk sampai kepada petani masih dibutuhkan usaha penyebarluasan. Ahmad Zamzami, S.P, M.Si menambahkan bahwa karakter yang berbeda akan berdampak pada budidaya yang sedikit berbeda. Jika varietas IPB 3S dibudidayakan dengan cara yang kurang tepat maka produktivitas yang diharapakan akan sulit tercapai. Ahmad Zamzami, S.P, M.Si melanjutkan bahwa budidaya yang optimum bagi IPB 3S sudah disusun oleh Dr. Ir. Sugiyanta, MSi beserta Tim yang dinamai Teknologi Budidaya Padi IPB Prima. Teknologi Budidaya Padi IPB Prima merupakan paket teknologi yang bersifat terbuka dengan keadaan lokasi sehingga memudahkan adopsi diberbagai tempat yang seperti kita ketahui bahwa keragaman kondisi lingkungan sawah sangat tinggi di Indonesia. Teknologi Budidaya Padi IPB Prima secara umum menekankan pada lima (5) komponen yaitu penyuburan lahan melalui pengembalian jerami, penggunaan pupuk hayati, penerapan GAP yang tepat, mekanisasi, dan pendampingan teknologi.

Pada kesempatan tersebut petani yang hadir sangat antusias. Petani aktif bertanya karena merasa tertarik dengan varietas yang baru dikenalkan. Petani yang hadir berharap varietas IPB 3S dapat memberikan peningkatan produksi yang sangat mereka harapkan. Selain itu, petani juga menyambut sangat baik rencana penyediaan benih varietas IPB 3S karena pada kondisi saat ini petani sedang kesulitan mendapatkan benih untuk penanaman. Sudah 2 musim panen kurang baik dan hampir gagal karena hama dan penyakit sehingga penyediaan benih varietas IPB 3S menjadi sangat ditunggu.

Leave A Comment

Translate »