All for Joomla All for Webmasters

ILDC Streetscape, Wujudkan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka

Dalam rangka lomba membuat karya desain streetscape Jalan Jendral Sudirman Kota Bogor, Departemen Arsitektur Lanskap IPB Fakultas Pertanian mengadakan Indonesia Landscape Design Competition (ILDC) tingkat nasional. Acara ILDC merupakan sayembara dwi tahunan arsitektur lanskap tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap. Acara yang berlangsung pada 24 Juni hingga 30 September 2017 yang melewati beberapa tahap dengan diawali mulai pendaftaran sampai pengumpulan karya, hingga penjurian. Setelah itu, berdasarkan hasil penjurian tertutup, ada lima tim yang terpilih mempresentasikan karya mereka dalam penjurian terbuka sebagai acara penutup.

Para peserta ILDC merupakan mahasiswa arsitektur lanskap, teknik sipil, teknik lingkungan, perencanaan wilayah dan tata kota, arsitektur serta program studi terkait lainnya. ILDC kali ini mengusung tema dan lokasi yang berbeda, dan kali ini ILDC mengangkat tema sejarah dan budaya di Jalan Jendral Sudirman Bogor. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu jalan penting yang menghubungkan titik 0 Kota Bogor dan Istana Bogor. Titik 0 merupakan titik triangulasi di Pulau Jawa. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan karya desain streetscape yang meningkatkan identitas Monumental Streetscape Jalan Jendral Sudirman yang memiliki nilai sejarah, budaya, lingkungan, ekonomi, estetika dan sebagai usaha mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka.

Tiba pada saatnya tahap penjurian lomba karya desain streetscape yang merupakan puncak dari rangkaian ILDC pada 30 September 2017, kegiatan penjurian berkesempatan mendatangkan juri-juri yang kompeten dibidangnya seperti Dewi Rezalini Anwar, SP, M.ADes selaku dosen Arsitektur Lanskap IPB, Ir. Siti Nurisjah, MSLA selaku Ketua Umum Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI), dan Dayan D. Layuk Allo selaku Pemerhati Budaya dan Wakil Ketua Koalisi Pejalan Kaki Bogor (KPKB).

Selain itu  pada acara puncak, turut mengundang perwakilan BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kota Bogor, Naufal Isnaeni, S.Si, MT, Kepala Sub Bidang Perencanaan Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup. Turut hadir pula tamu undangan komunitas di Bogor diantaranya, Komunitas Pelestari Pusaka Budaya Bogor dan Roemah Kahoeripan,  Bogor Heritage, Bogor Berkebun, IALI Bogor, dan Sahabat Kepik.

Peserta yang telah lolos menjadi lima besar, kemudian akan mempresentasikan hasil karyanya di penjurian terbuka. Presentasi hasil desain tersebut menentukan juara ILDC 2017. Juara I dimenangkan oleh  tim 13 dari ITB (M. Indra Rhamadhan, Inda Rahmania, Dane Amilawangi, dan M. Hero Umar R.), kemudian juara II diraih oleh tim 043 dari Universitas Gunadarma (Tryas Kartiko, Airlangga, dan Raras Triana P.), juara III diraih oleh  tim 051 dari Universitas Gunadarma (William Demaschrista Liejaya, Ogi Julian Sautra, dan Putri Titis Nastuti).

Adapun juara Harapan I diraih oleh tim 023 dari UGM (Reza Ahmed Dzu Hazhin, Azheem Mulla Ahsan, Aisha Hasna Surya K. S., Auliya Hisyam Asy’ari, juara terakhir harapan II diraih oleh tim 024 dari ITENAS (Hilmi Haerul Umam dan Nur Annisa Hidayati Z.).

Selain lima juara tersebut, adapula juara Most Voted Design berdasarkan LINE voting dari seluruh hasil karya peserta. Dari hasil voting, yang mendapatkan like terbanyak adalah tim 30 dari UPN Veteran (Febri Aji Prasetyo, Bahrumsyah Bila Sahil, Iqbal Ziaul Haq).

Leave A Comment

Translate »