All for Joomla All for Webmasters

Bunga kelelawar hitam : Tanaman Obat nan Eksentrik

Selain memiliki manfaat sebagai sumber bahan obatobatan, tanaman bunga kelelawar memiliki nilai estetika tinggi karena bentuk bunganya yang unik dan langka

BULETIN FAPERTA ­­­­­­– Tampilannya cantik, besar nan rupawan, sekilas menyerupai kelelawar. Warna yang muncul perpaduan antara hitam, ungu, hijau dan kecokelat-cokelatan, memukau. Ya, bunga kelelawar atau disebut (bat flower,Taccachantrieri Andre, Taccaceae) adalah spesies Tacca yang banyak ditemui di hutan hujan tropis Asia Tenggara.

Bat flower merupakan tanaman tropis tahunan, anggota Taccaceae yang memiliki kandungan rizom T. Chantrieri ini telah digunakan sebagai obat tradisional di Tiongkok (baca: Jiang Su New Medical College, 1997) dan Thailand (Wutthithamawet, 1997). Hal ini dikemukakan dari  hasil evaluasi tanaman Taccachantrierise bagai tanaman hias pot yang di awali oleh Dr. Ir. Krisantini, Msc tahun 2014, kemudian dilanjutkan oleh Dr. Ir. Ni Made Armini Wiendi, M.S. tahun 2015 untuk perbanyakan secara kultur jaringan di lab kultur jaringan 2, Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB.

Selain itu untuk mempelajari biologi bunga, morfologi dan viabilitas benih, Dr. Ir.Endah Retno Palupi, Msc turut andil dalam memperkenalkan spesies baru bagi pasar tanaman hias di Indonesia. Dari ketiga tangan peneliti tersebut, evaluasi ini diperlukan untuk konservasi tanaman T. Chantrieri serta untuk mendapatkan bahan tanaman secara cepat untuk memanfaatkan potensi tanaman ini sebagai sumber obat-obatan. Saat ini secara prosedur perbanyakan Taccaaksesi di Kalimantan telah diperoleh dan telah memasuki tahap aklimatisasi.

Baca selengkapnya di Buletin Faperta IPB

Leave A Comment

Translate »